Materi 3 dari 4 · Stasiun 0
Aljabar dasar: mengubah rumus
Setelah materi ini, kamu bisa:
- Bisa mengubah rumus seperti V = I × R menjadi I = V ÷ R atau R = V ÷ I.
- Bisa menjelaskan aturan "lakukan hal yang sama di kedua ruas".
- Bisa mengecek hasil perubahan rumus dengan memasukkan angka.
Tes cepat, boleh dilewati
Sudah lancar aljabar? Jawab tiga soal ini. Kalau semuanya benar, kamu boleh langsung lanjut ke materi Grafik dan hubungan lurus.
- Kalau A = B × C, maka B = ...
- A × C
- A ÷ C
- C ÷ A
- A − C
Jawaban
A ÷ C. Bagi kedua ruas dengan C. A ÷ C = B.
- Kalau P = V × I dan P = 6, V = 3, maka I = ...
- 18
- 2
- 0,5
- 9
Jawaban
2. I = P ÷ V = 6 ÷ 3 = 2.
- Kalau y = 2x + 4, maka x = ...
- (y − 4) ÷ 2
- y ÷ 2 − 4
- (y + 4) ÷ 2
- 2y − 4
Jawaban
(y − 4) ÷ 2. Kurangi 4 dulu di kedua ruas (y − 4 = 2x), lalu bagi 2.
Satu rumus, banyak pertanyaan
Rumus seperti V = I × R hanya ditulis sekali di buku. Tapi pertanyaannya bisa macam-macam. Kadang yang dicari V, kadang I, kadang R.
Menghafal tiga rumus terpisah itu boros dan gampang tertukar. Lebih aman bisa mengubah satu rumus sesuai kebutuhan.
Rumus itu seperti timbangan
Ketuk satu per satu.
- Tanda = adalah timbangan seimbang
- Ruas kiri dan ruas kanan nilainya sama persis. Selama kamu memperlakukan keduanya sama, timbangan tetap seimbang.
- Kalikan atau bagi kedua ruas
- Dari V = I × R, bagi kedua ruas dengan R. Hasilnya V ÷ R = I. Di ruas kanan, R ÷ R = 1, jadi R "hilang".
- Tambah atau kurangi kedua ruas
- Dari y = x + 3, kurangi kedua ruas dengan 3. Hasilnya y − 3 = x.
- Urutan membongkar
- Bongkar dari yang paling luar. Di y = 2x + 4, tambahan 4 dibongkar dulu, baru perkalian 2.
"Pindah ruas lalu ganti tanda" sebenarnya singkatan dari aturan timbangan ini. Singkatan itu sering membuat orang lupa membalik operasinya.
Tebak dulu
- Dari P = I² × R, kita ingin mencari R. Hasilnya...
- R = P × I²
- R = P ÷ I²
- R = I² ÷ P
- R = P − I²
Jawaban
R = P ÷ I². Bagi kedua ruas dengan I². P ÷ I² = R. Rumus ini akan kamu pakai di materi Daya dan energi: watt, kWh, token listrik untuk daya resistor.
Cek dengan angka
Cara paling aman memastikan rumus hasil ubahanmu benar. Ketuk tiap langkah.
- 1. Pilih angka mudah
- Misalnya I = 2 dan R = 5. Dari V = I × R, V = 10.
- 2. Masukkan ke rumus baru
- Rumus ubahanmu I = V ÷ R. Masukkan 10 ÷ 5 = 2.
- 3. Bandingkan
- Hasilnya 2, sama dengan I yang kamu pilih. Rumusnya benar. Kalau berbeda, ada yang terbalik.
Hitung sendiri
Ubah rumusnya dulu, baru masukkan angka.
- V = I × R. Diketahui V = 12 dan I = 0,5. Berapa R?
Jawaban
24 Ω. R = 12 ÷ 0,5 = 24 Ω.
- P = V × I. Diketahui P = 60 dan V = 220. Berapa I? (dua angka di belakang koma)
Jawaban
0.27 A. I = 60 ÷ 220 ≈ 0,27 A. Ini arus kira-kira untuk lampu 60 W di listrik rumah.
- Vout = Vin × R2 ÷ (R1 + R2). Diketahui Vout = 2, Vin = 6, R1 = 10. Berapa R2?
Jawaban
5 Ω. 6 × R2 = 2 × (10 + R2), jadi 6R2 = 20 + 2R2, lalu 4R2 = 20, R2 = 5. Cek: 6 × 5 ÷ 15 = 2. Rumus ini muncul lagi di materi Pembagi tegangan.
Benar atau salah?
- "Dari a = b + c, kita dapat b = a + c."
- Benar
- Salah
Jawaban
Salah. c ditambahkan di ruas kanan, jadi harus dikurangi dari kedua ruas. b = a − c. Inilah kesalahan "pindah ruas tanpa membalik operasi".
- "Dari a = b × c, kita dapat c = a ÷ b."
- Benar
- Salah
Jawaban
Benar. Bagi kedua ruas dengan b. Cek dengan angka: 6 = 2 × 3, dan 6 ÷ 2 = 3.
Selesai
- Tanda = adalah timbangan. Apa pun yang kamu lakukan, lakukan di kedua ruas.
- Kali dibongkar dengan bagi, tambah dibongkar dengan kurang.
- Selalu cek rumus ubahanmu dengan angka mudah.
Pancingan
Rumus V = I × R kalau digambar ternyata berupa garis lurus. Apa arti kemiringan garis itu? Itu Grafik dan hubungan lurus.
Berikutnya
Referensi
- Materi aljabar SMP kelas VII–VIII (persamaan linear satu variabel), Kurikulum Merdeka.
Draf AI. Belum direview manusia.
Kode materi m3 · versi 0.1 · 2026-10-06